Proposisi majemuk adalah proposisi Ketika ada satu atau lebih proposisi digabungkan mengunakan operator logika seperti konjungsi, disjungsi, negasi, implikasi, dan biimpliksi.
Konjungsi pernyataan majemuk dengan kata penghubung “dan”.
Konjungsi di notasikan : ”p ^ q”.
Maka “p ^ q” : Saya pergi ke warung dan memesan makanan, juga minuman.
Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung atau. Disjungsi dari pernyataan p
dan q dinotasikan P v Q dan dibaca p atau
q.
pernyataan gabungan dari dua pertmyaan dengan kata hubung atau.
Negasi yaitu ~p mempunyai nilai benar jika ' p ' salah, sebaliknya bernilai salah jika ' p ' benar.
| P | ~P |
| + | - |
| - | + |
catatan : Negasi adalah lawan dari pernyataan ~p dari q
Suatu pernyataan majemuk dengan bentuk “jika p, maka q” disebut implikasi. Implikasi dari pernyataan p dan q dinotasikan dengan p => q. yang di baca "JIKA p MAKA q".
Pernyataan: "Jika malam nanti tidak hujan, maka Anto akan datang ke rumah Rina." Dapat dinyatakan sebagai: "Jika p maka q" Dilambangkan dengan: p ⇒ q
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “.......jika dan hanya jika............” dan dilambangkan <=> .
Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis p <=> q yang dibaca p jika dan hanya jika q atau jika p maka q dan jika q maka p.
Tuliskan setiap proposisi berikut ke dalam bentuk “p jika dan hanya jika q”:
(a). Jika udara di luar panas maka anda membeli es krim, dan jika anda membeli es krim maka
udara di
luar panas.