IMPLIKASI DAN APLIKASINYA DALAM BIDANG KOMPUTER

Implikasi dan Aplikasinya dalam Bidang Komputer

Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika... maka...”. Implikasi dari pernyataan P dan Q dinotasikan dengan “P ⇒ Q” yang dibaca “jika P maka Q”.

Contoh:

MAKA P ⇒ Q : Jika harimau hewan karnivora, maka harimau bukan mamalia.

Lihat contoh tabel kebenaran berikut:

P Q P ⇒ Q
T T T
T F F
F T T
F F T

CATATAN: Implikasi baru bernilai salah bila nilai dari pernyataan (Q) setelah kata “maka” bernilai salah.


Implikasi dalam Bahasa Pemrograman

Struktur if-then pada bahasa pemrograman berbeda dengan implikasi if-then yang digunakan dalam logika.

Pernyataan if-then dalam bahasa pemrograman bukan proposisi karena tidak ada korespondensi antara pernyataan tersebut dengan operator implikasi (⇒).

Interpreter atau compiler tidak melakukan penilaian kebenaran pernyataan if-then secara logika. Interpreter hanya memeriksa kebenaran kondisi C; jika C benar maka S dieksekusi, sebaliknya jika C salah maka S tidak dieksekusi.

Contoh Kasus:

Misalkan di dalam sebuah program yang ditulis dalam Bahasa Pascal terdapat pernyataan berikut:
IF x > y THEN y := x + 10.
Berapa nilai y setelah pelaksanaan eksekusi if-then jika:

IMPLIKASI - MATEMATIKA DISKRIT

IMPLIKASI DAN APLIKASINYA DALAM BIDANG KOMPUTER

Implikasi dan Aplikasinya dalam Bidang Komputer

Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika... maka...”. Implikasi dari pernyataan P dan Q dinotasikan dengan “P ⇒ Q” yang dibaca “jika P maka Q”.

Contoh:

MAKA P ⇒ Q : Jika harimau hewan karnivora, maka harimau bukan mamalia.

Lihat contoh tabel kebenaran berikut:

P Q P ⇒ Q
T T T
T F F
F T T
F F T

CATATAN: Implikasi baru bernilai salah bila nilai dari pernyataan (Q) setelah kata “maka” bernilai salah.


Implikasi dalam Bahasa Pemrograman

Struktur if-then pada bahasa pemrograman berbeda dengan implikasi if-then yang digunakan dalam logika.

Pernyataan if-then dalam bahasa pemrograman bukan proposisi karena tidak ada korespondensi antara pernyataan tersebut dengan operator implikasi (⇒).

Interpreter atau compiler tidak melakukan penilaian kebenaran pernyataan if-then secara logika. Interpreter hanya memeriksa kebenaran kondisi C; jika C benar maka S dieksekusi, sebaliknya jika C salah maka S tidak dieksekusi.

Contoh Kasus:

Misalkan di dalam sebuah program yang ditulis dalam Bahasa Pascal terdapat pernyataan berikut:
IF x > y THEN y := x + 10.
Berapa nilai y setelah pelaksanaan eksekusi if-then jika: