Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika... maka...”. Implikasi dari pernyataan P dan Q dinotasikan dengan “P ⇒ Q” yang dibaca “jika P maka Q”.
MAKA P ⇒ Q : Jika harimau hewan karnivora, maka harimau bukan mamalia.
| P | Q | P ⇒ Q |
|---|---|---|
| T | T | T |
| T | F | F |
| F | T | T |
| F | F | T |
CATATAN: Implikasi baru bernilai salah bila nilai dari pernyataan (Q) setelah kata “maka” bernilai salah.
Struktur if-then pada bahasa pemrograman berbeda dengan implikasi if-then yang digunakan dalam logika.
Pernyataan if-then dalam bahasa pemrograman bukan proposisi karena tidak ada korespondensi antara pernyataan tersebut dengan operator implikasi (⇒).
Interpreter atau compiler tidak melakukan penilaian kebenaran pernyataan if-then secara logika. Interpreter hanya memeriksa kebenaran kondisi C; jika C benar maka S dieksekusi, sebaliknya jika C salah maka S tidak dieksekusi.
Misalkan di dalam sebuah program yang ditulis dalam Bahasa Pascal terdapat pernyataan berikut:
IF x > y THEN y := x + 10.
Berapa nilai y setelah pelaksanaan eksekusi if-then jika:
x > y bernilai BENAR.y := x + 10 dilaksanakan.x > y bernilai SALAH.y := x + 10 TIDAK dilaksanakan.